Pages

Rabu, 03 April 2013

Simulasi Asuransi Group Term Life dan Endowment

Kelompok Sistem Informasi Asuransi

: Ardo Rama Wijaya, Nurul Ardianingsih, Robby Matheus Gultom, Rizka Fajriah, Windy Dwiparaswati

>Prinsip dasar asuransi jiwa adalah harus berdasar pada prakiraan yang akurat tentang mortalita, misalnya rata-rata jumlah kematian yang akan terjadi setiap tahun dalam setiap kelompok usia. Kompilasi statistika dilakukan selama bertahun-tahun akan menunjukkan jumlah dan kapan (usia) orang umummnya diperkirakan meninggal, Hasil kompilasi statistika ini akan menjadi tabel mortalita yang menggambarkan laju kematian setiap usia.
*Term Life Insurance
 Pada Kasus I :
Terdapat 1090 jumlah wanita dengan rata-rata usia 45 tahun, yang akan diberikan Uang Pertanggungan sebesar Rp 10.000 selama periode 15 tahun dengan pembayaran premi selama 10 tahun. Artinya, akan dihitung selama periode 15 tahun, dari rata-rata usia 45 tahun sampai 59 tahun.
 Untuk menghitung premi yang dibayarkan setiap 1 orang per tahunnya adalah :
 UP * max. Jmlh probabilitas kematian : (1+min. suku bunga) : jml. Anggota
 berarti :
 Rp 10.000 * 9 : (1+0.06) : 1090 = Rp 77.90 /orang per tahun.
Untuk mengetahui probabilitas kematian seseorang dapat dilihat pada Tabel Mortalita Indonesia tahun tertentu, dengan melihat usia seseorang pada tahun tersebut dan jenis kelamin seseorang.
Fungsi f(x) diperlakukan sebagai kewajiban, artinya perusahaan harus menyimpan jumlah uang cadangan sebagai hutang dalam neraca, bukan kekayaan. Uang ini merupakan dana yang disisihkan untuk meyakinkan pemilik polis bahwa terdapat dana tersedia untuk pembayaran manfaat asuransi. 
Sehingga dapat dibentuk tabel seperti berikut :
tabel term life

Keterangan :
Tahun : periode pertanggungan ( dari usia 45-59 tahun)
Probabilitas : Diambil dari tabel mortalita                                                 
Jumlah Kematian : nilai probabilitas kematiaan * jumlah anggota                                                  
UP Tertanggung : nilai UP * banyaknya jumlah kematian                                            
Sisa Anggota : selisih jumlah anggota dengan jumlah kematian                                           
Premi : jumlah uang yang harus dibayarkan nasabah kepada perusahaan asuransi per tahun sampai dengan 10 tahun                                                        
Premi terkumpul : jumlah premi*sisa anggota                                                    
Bunga : jumlah bunga hasil dari investasi premi yang terkumpul
Keuntungan investasi : bunga yang didapat * premi yang terkumpul                                            
F(x) : jumlah cadangan yang harus dimiliki perusahaan setiap tahun                 
F(I) = premi yang terkumpul*bunga                     
F(II) = premi yang terkumpul * F(I)                       
F(y) :sisa cadangan jika perusahaan mengeluarkan UP tertanggung sesuai dengan jumlah probabilitas kematian setiap tahun

*Endowment Insurance (Dwiguna) Suatu asuransi dwiguna menjanjikan untuk membayar sejumlah uang bila tertanggung meninggal dalam jangka polis, atau sejumlah uang pada akhir masa pertanggungan bila tertanggung masih hidup. 
Selanjutnya Kasus II :
Terdapat 1090 jumlah wanita dengan rata-rata usia 45 tahun, yang mengikuti asuransi selama periode 15 tahun. Jika wanita tersebut meninggal dalam periode 10 tahun, maka akan diberikan Uang Pertanggungan sebesar Rp 10.000 , dan mereka harus membayar uang premi selama periode 10 tahun. Jika wanita tersebut tetap hidup dalam periode 10 tahun, maka akan diberikan 10% dari UP (yaitu sebesar Rp 1.000). Pada tahun ke-12 akan diberikan 20% dari UP, dan tahun ke-14 akan diberikan 30% dari UP. Perhitungan ini akan dihitung selama periode 15 tahun, dari rata-rata usia 45 tahun sampai 59 tahun.
Untuk perhitungan biaya premi, sama dengan kasus I yaitu Rp  Rp 77.90 /orang per tahun
Maka dapat dilihat dari tabel :
tabel endowment

Keterangan :
Tahun : periode pertanggungan ( dari usia 45-59 tahun)
Probabilitas : Diambil dari tabel mortalita
Jumlah Kematian : nilai probabilitas kematiaan * jumlah anggota
UP Tertanggung : nilai UP * banyaknya jumlah kematian
Sisa Anggota : selisih jumlah anggota dengan jumlah kematian
Premi : jumlah uang yang harus dibayarkan nasabah kepada perusahaan asuransi per tahun sampai dengan 10 tahun
Premi terkumpul : jumlah premi*sisa anggota
Bunga : jumlah bunga hasil dari investasi premi yang terkumpul
Keuntungan investasi : bunga yang didapat * premi yang terkumpul
F(x) : jumlah cadangan yang harus dimiliki perusahaan setiap tahun
F(I) = premi yang terkumpul*bunga
F(II) = premi yang terkumpul * F(I)
F(y) : sisa cadangan jika perusahaan mengeluarkan UP tertanggung sesuai dengan jumlah probabilitas kematian setiap tahun dan mengeluarkan uang pertanggungan untuk yang masih hidup

Selasa, 02 April 2013

Cadangan Klaim



CADANGAN KLAIM

Okehhh kita kembali lagi pada pelajaran Asuransi. Kali ini saya akan membahas tentang cadangan klaim pada perusahaan asuransi. Sebenarnya cadangan klaim pada perusahaan asuransi bentuknya ada banyak dan berupa grafik2. Seperti apa detailnya? Untuk apa cadangan klaim? Semuanya akan saya bahas perlahan-lahan. 

+Biasanya cadangan klaim dibuat berdasarkan
1. Group (kumpulan)
Biasanya dikumpulkan berdasarkan rata-rata usia atau misal kelompok asuransi pegawai negeri.
2. Personal
Hanya ada 1 orang yang dijadikan grafik cadangan klaim.

Perhatikan studi kasus berikut!






        Ini adalah gambar proses bisnis yang terjadi pada skema perusahaan asuransi memberikan layanan kepada pemilik asuransi. Misal ada 10 orang yang menjadi kelompok yang mengikuti asuransi dengan membayar premi 500rb/tahun dengan uang pertanggungjawaban (UP) sebesar 10jt. Grup tersebut berisikan rata-rata orang dari umur 40 tahun sampai 65 tahun.

            Namun pada awalnya ada 2 skema yang membentuk proses bisnis diatas:
1. Pemilik asuransi membayar premi asuransi pertahun selama 10 tahun namun dengan jaminan mendapatkan UP jika meninggal pada rentang waktu 15 tahun.
2. Pemilik asuransi membayar premi asuransi pertahun selama 10 tahun dengan dapat mendapatkan uang (berupa % dari UP) jika tetap hidup pada tahun misal ke 12, 14 dari rentang waktu 15 tahun (jaminan hidup).

            Dengan kata lain perusahaan asuransi hanya mendapat premi pada rentang waktu 10 tahun sedangkan 5 tahunnya tidak mendapat premi bahkan pada skema ke 2 perusahaan asuransi harus membayar uang jaminan hidup kepada pemilik asuransi (kondisi High Risk).

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa perusahaan asuransi harus mensimulasikan antara pendapatan premi 10 tahun dengan berbagai macam resiko yang bisa saja terjadi dari dua skema diatas. Perhatikan grafik berikut




Inilah grafik cadangan klaim. Perusahaan asuransi harus menghitung cadangan yang harus dimiliki pada tahun-tahun tertentu sesuai dengan paket asuransi yang diberikan kepada suatu grup yang mengkuti asuransi. Pada studi kasus diatas premi yang dibayarkan adalah 500rb/tahun selama rentang waktu 10 tahun dengan total premi 5jt karena ada 10 orang dalam 1 grup. Artinya pada tahun pertama perusahaan asuransi mendapat investasi dari premi sebesar 5jt. Namun investasi 5jt tersebut pada setiap tahun akan dipengaruhi oleh besarnya risk. Risk adalah besarnya probability mortalita (kemungkinan orang meninggal pada tahun tertentu) dikalikan dengan besarnya UP. Perusahaan asuransi harus menghitung risk tersebut guna menghitung kemungkinan orang meninggal pada tahun tertentu. Contoh asumsi tabel mortalita adalah:



Ini berarti pada tahun ke-3 ada 1 orang yang meninggal dari 1000 orang, tahun ke-5 ada 2 orang dari 1000 orang dan tahun ke-8 ada 3 orang dari 1000 orang. Risk dihitung dengan cara berikut:

*Misal pada tahun ke-3





Setelah menghitung risk, perusahaan asuransi dapat menghitung besarnya cadangan klaim tiap tahun seperti berikut:
F(1) = 5jt – risk
F(2) = 5jt + besarnya Investasi (i%) – risk
F(3) = 5jt + F(3) – risk
….dan seterusnya sampai
F(10) = 5jt + F(9) – risk

Fungsi F(10) berarti adalah besar cadangan klaim yang harus dimiliki perusahaan pada tahun ke 10 (pada grafik adalah symbol bintang yang bawah). Namun apakah ini merupakan total cadangan klaim akhir? Ternyata jawabannya adalah tidak. Hal ini dikarenakan masih ada skema ke-2 pada awal-awal paket asuransi yaitu adanya jaminan hidup yang akan diberikan oleh perusahaan asuransi jika pemilik asuransi tetap hidup misal pada tahun ke-12/14. Hal ini berarti total cadangan klaim yang harus dimiliki perusahaan asuransi harus lebih besar lagi dari F(10) yaitu digambarkan pada symbol bintang yang atas pada grafik.

Nah, bagaimana caranya perusahaan asuransi menginvestasikan pendapatan premi sebesar 5jt tersebut untuk menutup cadangan klaim? Ada banyak cara yang telah saya ungkapkan pada posting2an sebelumnya. Misalnya dengan 2 cara berikut:
1. Capital Gain
2. Obligasi

            Perusahaan asuransi biasanya bermain saham yang menawarkan keuntungan cepat dengan tingkat bunga beragam. Misalkan pada tahun ke-1 tingkat bunga 11%, tahun ke-3 12%, dan bahkan tahun ke-8 hanya 6%. Untuk memperoleh keuntungan maksimal pada dasarnya perusahaan asuransi harus mengetahui 3 hal yaitu:
1. Tingkat suku bunga untuk investasi
2. Bentuk Grafik cadangan klaim
3. Paket asuransi yang ditawarkan

Perusahaan asuransi harus mengkombinasikan 3 hal tersebut guna mensimulasikan proses bisnis yang berjalan. Berapa jumlah premi yang harus ditentukan pada awal pembentukan paket asuransi. Berapa uang pertanggungjawaban yang juga harus ditentukan di awal. Bagaimana bentuk grafik cadangan klaim, dsb. Orang-orang yang ahli dalam membuat simulasi dari kesemuanya adalah ternyata orang-orang yang berlatarbelakang dari sistem informasi. Mereka harus mengetahui:




Bentuk paket asuransi yang berupa grup dan personal. Keduanya memberikan paket hanya jaminan kematian dan endowment. Endowment berarti tidak hanya jaminan kematian namun juga jaminan hidup yaitu jumlah % dari UP jika tetap hidup pada tahun-tahun tertentu sesuai syarat dari paket. Dari kesemuanya maka bisa disimulasikan besarnya premi yang harus ditentukan perusahaan asuransi yang juga terbagi kedalam beberapa kelompok:
1. Dibayar perbulan
2. Dibayar pertahun
3. Dibayar sekaligus, artinya dibayar dimuka

Minggu, 10 Maret 2013

Analisis Jurnal Agensi



Judul   Jurnal   :

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA PEGAWAI DINAS LUAR ASURANSI JIWA BERSAMA BUMIPUTERA 1912 CABANG SETIABUDI MEDAN

Penulis             : Yulinda dan Sri Wulan Harlyanti

Sumber Jurnal : 

         

           Jurnal kali ini membahas tentang pegawai dinas luar atau biasa disebut agen asuransi pada perusahaan asuransi jiwa bersama Bumiputera 1912 cabang Setiabudi Medan. Penulis membahas agen asuransi tersebut dikarenakan ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan kerja para agen asuransi tersebut.
           
                Bagi sebuah perusahaan asuransi, besarnya asset dan perolehan premi merupakan indikator utama (predikat rating) yang menggambarkan apakah perusahaan asuransi tersingkir atau bertahan di pasar. Berdasarkan hal tersebut, keberhasilan perusahaan asuransi untuk berkiprah ditengah tekanan dan persaingan yang cukup tajam untuk meraih premi dari pemegang polis tidak terlepas dari para agen asuransi. Untuk itulah agen asuransi harus mendapat perhatian yang serius dari perusahaan untuk memperhatikan tingkat kepuasan kerja agen, karena agen merupakan ujung tombak kinerja perusahaan.

            Hal tersebut tidak berbeda pada perusahaan asuransi jiwa bersama Bumiputera 1912 cabang Setiabudi Medan. Perusahaan tersebut juga ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan kerja agen asuransi yang mereka miliki. Hal tersebut tidak terlepas dari data aktivitas penagihan premi yang menunjukkan bahwa tidak setiap tahun para agen asuransinya memenuhi target yang dicanangkan perusahaan. Padahal Agen memiliki kinerja yang berkaitan dengan tingkat kemampuan untuk mencapai target yang ditetapkan perusahaan. Hal ini menyimpulkan bahwa belum ada kepuasan kerja para agen asuransi di perusahaan asuransi jiwa Bumiputera 1912 cabang Setiabudi Medan.
           
                Untuk mengetahui faktor –faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, penulis mengutip penjelasan menurut F. Herzbergdalam Luthans (2006:283) yaitu Two faktor theory (teori dua faktor). Teori ini menyatakan bahwa puas atau tidaknya karyawan bekerja dipengaruhi oleh faktor motivator (satisfier) dan faktor hygiene (dissatisfier).

          Berdasarkan hal tersebut akhirnya penulis mencoba merumuskan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut 2 teori tersebut dalam ruang lingkup agen asuransi perusahaan asuransi jiwa Bumiputera 1912 cabang Setiabudi Medan. Penulis juga mencoba mencari tahu manakah diantara 2 teori tersebut yang paling dominan terjadi dan manakah faktor terbesar yang mempengaruhi kepuasan kerja.

           Pada akhirnya penulis melakukan penelitian dengan menggunakan analisis statistik regresi linear berganda. Penulis juga terbantu dengan adanya software SPSS versi 15.00 yang memudahkan dalam melakukan analisis statistik berganda tersebut.

              Setelah melakukan uji hipotesis, penulis menemukan bahwa benar kalau faktor motivator dan faktor hygiene berpengaruh pada agen asuransi di perusahaan asuransi jiwa Bumiputera 1912 cabang Setiabudi Medan. Penulis menemukan juga bahwa faktor motivator lebih dominan daripada faktor hygiene. 

Mengenal ‘isi’ Perusahaan Asuransi


          Pernahkah Anda mengikuti asuransi? Mungkin jika pekerjaan Anda adalah mahasiswa atau pelajar, Anda mungkin tidak tahu kalau sebenarnya anda ikut asuransi apa saja (seperti saya he..heee..) tetapi jika pekerjaan Anda adalah sebagai pegawai/kepala rumah tangga pasti anda care tntang asuransi dalam arti mengetahui ikut asuransi apa saja.
            Nah, kali ini saya akan membahas isi dari perusahaan asuransi itu sendiri, bagaimana sistem yang ada disana atau bagaimana mereka mendapatkan keuntungan. OKE sekarang saya akan membahas asal mula perusahaan asuransi. Perhatikan gambar berikut!



          Mula-mula terdapat 10 orang yang sepakat untuk mengumpulkan uang sebesar 10.000 masing-masing (disebut premi). Uang tersebut dimaksudkan agar misal dalam 1 tahun ada 1 orang dari 105 orang tersebut meninggal maka pihak 1 orang yang meninggal tersebut akan menerima dana sebesar 22.000 (disebut uang pertanggungjawaban). Ketentuan tersebut berlaku selama misal 1 tahun. Tentu saja jika dihitung secara biasa maka total uang semua dananya adalah 220.000 (22.000 x 10 orang) jika semua orang meninggal dalam waktu 1 tahun perjanjian.  Padahal uang yang terkumpul adalah 100.000 (10.000 x 10 orang).
            Maka dari itu, ada pihak lain yang mengelola kelompok berjumlah 5 orang tersebut agar jumlah uang tersedia 220.000. Pihak lain tersebut sebut saja Pirelli. Pirelli bertugas untuk mengumpulkan uang dan menginvestasikannya pada usaha lain. Jika dihitung maka pertambahan agar 10.000 menjadi 22.000 dalam 1 tahun adalah 10% per bulan. Misal investasi lain tersebut adalah bermain dipasar modal. Maka Pirelli harus mencari keuntungan di pasar modal dengan bunga lebih dari 10%. Namun jika bunga di pasar modal hanya 6% apakah Pirelli mengalami kerugian?
           Jawabannya adalah tidak. Mengapa tidak? Karena Pirelli telah mendapatkan data bahwa probabilitas orang meninggal dalam kelompok tersebut adalah 10% (yang didapat dari biro pusat statistik). Ini artinya hanya ada 1 orang probabilitas yang meninggal dalam 1 tahun. Ini artinya pula bahwa Pirelli hanya harus membayar sebesar 22.000 bukan 220.000. Dan kalkulasi keuntungan yang didapat Pirelli dengan bunga 6% adalah 84.000 (100.000 + 6000 – 22.000). Sebagai informasi bahwa 6000 didapat dari 6% x 100.000.
           Probabilitas yang dimaksud pada kasus diatas dinamakan probabilitas mortalita. Probabilitas tersebut biasanya berdasarkan pola hidup, usia, ekonomi, kesehatan, jenis kelamin, hobi, pekerjaan. Dalam hal ini Pirelli telah melakukan proses underwriting yaitu proses menemukan probabilitas mortalita sampai penghitungan kemungkinan ia mendapatkan keuntungan dari mengelola 10 orang tersebut. Owiya, ada 1 pertanyaan, bagaimana jika dalam 1 tahun tidak ada yang meninggal? Jawabannya adalah sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat diawal. Kesepakatannya dapat berupa misal membagi-bagi lagi uangnya kepada masing-masing orang sebesar 5.000 per orang dengan sisanya diberikan kepada Pirelli sebagai upah karena mengelola.
          Nah! Ide/logika 10 orang dengan 1 pengelola adalah dasar dari Perusahaan Asuransi. Pirelli sebagai perusahaan asuransi harus tahu 3 hal agar mencapai keuntungan, yaitu:
1. Future Value (FV) dan Present Value (PV)
Future Value adalah keadaan uang yang akan datang misal berdasarkan contoh diatas dengan premi untuk investasi 100.000. Sedangkan Present Value adalah keadaan uang pada masa sekarang (premi untuk investasi). Rumus untuk mencari nilai keduanya adalah sebagai berikut:

Dimana:
            P : Pokok
            i : Bunga
            n : Jangka Waktu


2. Risk à Probability Mortalita
     Adalah presentase kemungkinan meninggal orang yang didapat dari biro pusar statistic.

3. Biaya Operasional
Biaya yang akan dikeluarkan untuk mengelola orang-orang yang ikut asuransi di perusahaan tersebut. Contohnya dalam perusahaan asuransi adalah segala biaya yang dikeluarkan perusahaan tersebut untuk kegiatan operasional, misalnya biaya listrik, pegawai, dll.

#Motivasi mengikuti Asuransi
Pada negara-negara berkembang biasanya orang-orang terbagi menjadi 2, yaitu
- Below The Line
            Artinya orang-orang yang dalam hal ekonomi kurang. Orang-orang tersebut biasanya mengikuti asuransi dikarenakan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi.
- Makmur
            Artinya orang-orang yang dalam hal ekonomi lebih. Orang-orang tersebut biasanya mengikuti asuransi dikarenakan untuk menjaga kemampuan ekonomi.

#Tipe asuransi
Berdasarkan pembagian kategori asuransi terbagi menjadi 3. Yaitu:
1. Life
            Asuransi ini berkaitan dengan hidup/meninggalnya seseorang. Contohnya seperti contoh diatas, jika ada 1 orang meninggal maka pihak yang meninggal akan menerima uang pertanggungjawaban.

2. General
            Asuransi ini berkaitan dengan harta benda seseorang. Misalnya mobil, jika dalam 1 tahun mobil mengalami kecelakaan dan rusak maka pihak asuransi yang akan membayar uang perbaikan.

3. Reasuransi
            Perusahaan ini adalah perusahaan asuransi yang hanya dapat memberikan bantuan pada perusahaan asuransi lain. Intinya adalah membantu meringankan beban perusahaan asuransi didalam mengganti/membayar uang pertanggungjawaban kepada seseorang.

#Prinsip asuransi
Terdapat 9 prinsip/istilah/syarat-syarat yang berkaitan dengan asuransi, yaitu:
1. Nilai ekonomi
            Hal yang akan diasuransikan mempunyai nilai ekonomi (berharga).
2. Perjanjian
            Tentu saja antara kelompok orang dengan pihak yang akan mengelola (perusahaan asuransi) harus ada kesepakatan berapa jumlah premi dan uang pertanggungjawaban.
3. Risk terukur
            Artinya nilai presentase mortalita yang digunakan pada asuransi dapat dihitung.
4. Kesamaan
5. Ganti kerugian
6. Beneficialy
            Pihak yang menerima uang pertanggungjawaban.
7. tertanggung
            Pihak yang diasuransikan.
8. Insurable interest
            Artinya adalah adanya kepentingan (motivasi mengikuti asuransi).
9. Normal
            Artinya kematian/kerusakan yang terjadi pada pihak tertanggung adalah murni kejadian alam (bukan rekayasa). Misalnya bukan pembunuhan atau mobil yang sengaja dirusak.

#Life asuransi
            Jika berbicara tentang asuransi jiwa maka terdapat 3 hal, yaitu:
1. jiwa berjangka, contohnya jika pihak tertanggung meninggal maka mendapat uang pertanggung jawaban.
2. Endowment, merupakan kebalikan dari jiwa berjangka. contohnya jika pihak tertanggung dibiayai asuransi yang menanggung biaya pendidikan selama misal 3 tahun (dengan asumsi tetap hidup selama 3 tahun).
3. Dwiguna, merupakan asuransi gabungan dari jiwa berjangka dan endowment.

#General asuransi
            Jika berbicara tentang asuransi umum maka terdapat 3 bentuk asuransi umum tersebut, yaitu:
1. Kendaraan, contohnya mobil/motor jika mengalami kerusakan saat kecelakaan.
2. Properties, contohnya rumah jika rumah tersebut kebakaran dll.
3. Resiko bisnis, contohnya perusahaan yang mengalami kebangkrutan.

#Produk Life & General asuransi
            Pada kenyataannya asuransi jiwa dan umum bekerjasama menciptakan suatu produk asuransi yang merupakan gabungan dari sifat kedua asuransi tersebut. Produk tersebut biasanya disebut “Healt & Personal Accident”. Contoh asuransi tersebut adalah asuransi untuk kecelakaan kerja, cacat dll.

#Hal penting Perusahaan asuransi
            untuk mencapai keuntungan, perusahaan asuransi harus mempunyai strategi khusus dalam mensimulasikan keuntungan yang akan diperoleh. Strategi khusus tersebut membutuhkan data-data yang akurat mengenai:
1. Nasabah/klien
2. Tabel risk/ Probability Mortalita
3. Tabel investasi

#Premi
            Berbicara mengenai premi, terdapat 3 faktor yang mempengaruhi besarnya premi yang harus dibayar pihak yang mengikuti asuransi, yaitu:
1. Tabel risk/probability mortalita
2. Tingkat bunga yang didapat dari investasi
3. Loading faktor
            Dalam hal ini muncul istilah cadangan solvabilitas, cadangan solvabilitas adalah kemampuan perusahaan asuransi membayar uang pertanggungjawaban. Perusahaan asuransi harus terus menaikkan harga premi karena tingkat kematian (probability mortalita) akan semakin naik dari tahun ke tahun (per periode). Hal ini berguna untuk menyimpan cadang solvabilitas perusahaan asuransi agar tetap berjalan. Grafik cadangan solvabilitas adalah sebagai berikut.












Analisis Jurnal Sistem Informasi Asuransi


Judul   Jurnal   :

INTEGRASI APLIKASI JL-INDO DENGAN APLIKASI GL-LINK UNTUK POSTING OTOMATIS SLIP PADA PT. ASURANSI JIWASRAYA (PERSERO)

Penulis             : Randy Septian D. Putra

Sumber Jurnal : http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/industrial-technology/2009/Artikel_50405592.pdf


        Jurnal kali ini membahas tentang suatu permasalahan yang terjadi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) dalam hal penggunaan aplikasi komputer. Sebagaimana kita tahu bahwa PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang asuransi pendidikan, proteksi dan investasi. Sebagai perusahaan BUMN yang berskala nasional dengan pemegang polis yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, penerapan sistem informasi berbasis komputer sangat diperlukan untuk menunjang proses bisnis yang dijalankan pada jaringan PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) tersebut.

Terdapat 2 sistem informasi berbasis komputer yang menunjang proses-proses yang terjadi pada perusahaan tersebut. Salah satu aplikasi yang digunakan untuk mendukung proses pembuatan polis asuransi, penerimaan premi, dan klaim tebus asuransi adalah JL-iNdO. Aplikasi yang lain adalah GL-LiNk. Melalui GL-LiNk inilah posisi keuangan perusahaan bisa didapatkan dan dilaporkan.

Nah, permasalahan terjadi pada pelaporan data-data pembayaran premi, yang disebut dengan SLIP. Pengolahan pembayaran premi dilakukan pada aplikasi JL-iNdO, namun hasil pengolahan tersebut tidak bisa langsung diolah pada aplikasi GL-LiNk yang akan mendapatkan posisi keuangan perusahaan dan melaporkannya. Jadi selama ini proses pelaporan SLIP masih dilakukan secara manual dengan melakukan penginputan data kedalam aplikasi GL-LiNk yang sebelumnya juga telah diinput kedalam aplikasi JL-iNdO. Hal ini tentunya menjadi tidak efektif dan efisien karena harus mengalami penginputan ulang data-data yang sangat banyak.

Menanggapi hal tersebut pihak perusahaan khususnya Divisi Teknologi Informasi PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) merencanakan pengembangan sistem. Dalam proses perencanaan ini ditunjuk beberapa user dari Divisi Keuangan, Akuntansi & Inkaso (Divisi KAI) dan beberapa tenaga ahli dari Divisi Teknologi Informasi (Divisi TI) beserta dengan kepala Divisi TI yang bertindak sebagai penanggung jawab pengembangan sistem tersebut.

Jelas sekali bahwa pengembangan sistem dimaksudkan untuk mencari cara mengintegrasikan 2 aplikasi yang ada pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero). Hasil dari pengembangan sistem tersebut adalah dengan membuat interface posting secara otomatis. Dengan interface posting secara otomatis ini data-data yang diolah pada aplikasi JL-iNdO akan dimasukkan kedalam database yang mana nantinya akan diolah pada aplikasi GL-LiNk.

Data-data pembayaran premi pada aplikasi JL-iNdO sebelumnya akan ditampilkan pada layar monitor sesuai dengan nomor batch (karena memang berbentuk batch file). Apabila pada nomor batch tersebut belum pernah dilakukan aksi posting laporan SLIP ke database GL-LiNk maka tombol kirim laporan ke GL-LiNk akan aktif.

Penulis mengatakan bahwa dengan adanya interface posting otomatis ini maka diharapkan dapat semakin membantu kinerja perusahaan sehingga user juga dapat melakukan pekerjaannya dengan cepat.    


Rabu, 06 Maret 2013

Analisis Jurnal Pasar Keuangan



Judul               : The Money Market Meltdown of the Great Depression

Penulis             : John V. Duca

Nama  Jurnal   : The Money Market Meltdown of the Great Depression (April 2010, revised August 2011)

Sumber Jurnal : economics.rutgers.edu/dmdocuments/John_Duca.pdf


            Pada jurnal tersebut dibahas mengenai krisis keuangan yang terjadi pada pasar keunganan akibat dari great depression. Great depression itu sendiri adalah sebutan yang umum digunakan untuk menyebut kemunduran ekonomi global pada kisaran tahun 1929 samapai akhir dekade 1930 yang bermula dari US, pada tanggal 4 September 1929. ditandai dengan tingkat bunga yang menurun, dan deflasi ekstrim. Penulis mengemukakan pembahasan dari great depression tersebut berdasarkan kaitannya dengan teori friksi keuangan.
            Konsisten dengan teori friksi keuangan, penulis menemukan bahwa risiko paling tinggi dari premi dan flight-to-quality sebuah perusahaan disebabkan pada peningkatan penggunaan bentuk collateralized form (bankers acceptances) di tingkat nyata dan relatif terhadap non-collateralized commercial paper (yang terjadi) selama great depression.
            Diceritakan pada krisis great depression tersebut, Risiko yang terjadi pada bank juga mungkin telah mendorong penggunaan BA (bankers acceptances). (BA) atau aksep adalah instrumen yang diciptakan untuk memfasilitasi transaksi perdagangan komersial. BA berkaitan dengan transaksi tertentu dengan barang yang mendasarinya. Nilai barang yang mendasarinya tercermin dalam nilai nominal tagihan yang mewakili jumlah yang dijanjikan oleh mitra bisnis untuk dibayar pada waktu tertentu di masa depan.
Ketika bank menerima tanggung jawab untuk membayar kreditur jika debitur gagal untuk membayar kembali maka disebut mendiskontokan BA. BA dipandang sebagai investasi yang sangat aman karena tidak hanya dijamin bank tetapi juga mewakili transaksi bisnis alami dengan barang yang mendasarinya.
Diceritakan pada saat itu kenapa bank menggunakan BA adalah karena bank bisa meminjam atau menjual BA ke Federal Reserve, yang mana Federal Reserve dapat merediskontokan BA dan surat berharga yang dimiliki oleh bank dan yang memiliki kemampuan untuk merediscount aset bank terbatas pada kertas tersebut sampai Act Banking tahun 1935.
Sejalan dengan pandangan friksi keuangan, penggunaan BA bangkit secara risiko umum dan risiko likuiditas, tetapi tidak dengan rasio currency-to-deposit dalam great depression Besar. Hasil penelitian yang dikemukakan penulis menunjukkan bahwa kredit bergeser ke utang yang dijamin atau utang yang didanai dengan sumber yang kurang rentan ketika premi risiko naik atau ketika risiko peristiwa muncul, seperti krisis perbankan tahun 1933 atau crash pasar saham tahun 1929. Pergeseran ini dalam keuangan eksternal sangat besar, hal ini mendukung pandangan bahwa friksi keuangan mengurangi ketersediaan kredit dan flight to quality diinduksi dengan kualitas yang membantu dalam menekan ekonomi AS pada 1930-an.